Minggu, 16 Februari 2014



Sejarah suatu bangsa dapat kita umpamakan sebagai suatu garis panjang yang melintasi waktu dari abad ke abad, dekade ke dekade, bersambung terus tak terputus hingga tiba pada saat sekarang dan di sini. Tebal atau tipisnya garis sejarah itu bergantung pada peluang dan tantangan dari setiap peristiwa yang menghiasi lintasan garis waktu.

Minggu, 19 Agustus 2012

Gereja Baru Paroki Stella Maris Atapupu Atambua Diberkati


RATUSAN umat paroki  Stela Maris Atapupu, memadati  halaman pelataran gereja. Kehadiran umat paroki yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste ini untuk menyaksikan secara langsung pentahbisan serta pemberkatan gereja baru Paroki Stella Maris Atapupu  yang dipimpin langsung oleh Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku Pr.

Senin, 14 Mei 2012

Mgr. Theodorus van den Tillaart, SVD


Theodorus van den Tillaart lahir pada tanggal 15 Agustus 1909 di Veghel, Belanda. Katika beranjak remaja ia masuk Seminari SVD di Steijl dan melanjutkan studi Filsafat dan teologi di . Pada tanggal 18 Agustus 1935 ia ditahbiskan sebagai imam SVD dalam umur 26 tahun tiga hari. Bulan Januari 1937 ia tiba di Timor dan membuka stasi Maubesi. Paroki Maubesi waktu itu sangat luas, meliputi paroki Mamsena, paroki Fatuha’o, paroki Manamas, paroki Wini dan paroki Mena. Dengan berkuda beliau berkeliling paroki yang sangat luas itu dan mengenal umat di kampung-kampung yang luas itu. Setelah beberapa tahun di situ beliau kemudian menjadi Deken TTU sebelum

Mgr. Jacobus Pessers, SVD


Mgr. Jacobus Pessers, SVD adalah Vikaris Apostolik Pertama di Gereja Timor.  Ia lahir pada tanggal 5 Pebruari 1896 dari keluarga kaya di Tilburg. Ketika beranjak remaja ia masuk seminari SVD di Steijl, kemudian belajar Filsafat dan Teologi, lalu pada tanggal 10 Januari 1922 ditahbiskan menjadi imam SVD, dalam usia 26 tahun 3 bulan. Bulan Februari 1925 ia tiba di Timor. pada tahun 1926  P. Pessers membuka secara resmi stasi Atambua. Tanggal 1 Juni 1937 ia diangkat menjadi Vikaris Apostolik Netherland Timor, tanggal 16 Juni berita pengangkatan itu diterima di Timor, tanggal 11 September 1937 disahkan pemerintah Hindia Belanda, lalu tanggal 28 Oktober 1937 ditahbiskan menjadi uskup.

Mgr. Henrich Leven, SVD


Henricus Leven lahir di Lank, dekat Aachen, di wilayah sungai Rhein, pada tanggal 13 Juni 1883. Ayahnya Wilhelm Leven (22.4.1853-21.12.1922) adalah seorang guru Sekolah Dasar. Ibunya, Catharina Classen (3.5.1857-18.10.1900) adalah ibu rumah tangga. Pada tanggal 3 Oktober 1899 Henricus Leven memasuki rumah misi di Steyl. Ketika itu Dia berumur enam belas tahun.  Karena kesehatan yang lemah Henricus Leven dikirim pulang untuk memulihkan kesehatannya. Dalam waktu luangnya, ia membantu ayahnya mengajar di sekolah. Ketika dia cukup sehat, ia kembali ke Steyl.  Pada tanggal 1  November 1907 ia mengikrarkan kaul pertama,  dan tanggal 7 September 1910 ia mengucapkan Kaul kekal.  Pada  tanggal 29 September 1910 pentahbisan imam bersama dengan 56 teman-teman sekelasnya.

Mgr. Arnold Verstraelen, SVD


Mgr. Arnold Verstraelen, SVD lahir pada tanggal 19 Juli tahun1882 di Sevenum Provinsi selatan Limburg, Belanda. Beliau adalah putra seorang Kepala Sekolah Dasar. Ia belajar seminari menengah SVD di Steijl, kemudian belajar Filsafat dan Theologi di Wina dan ditahbisakan pada tanggal 24 Pebruari tahun 1907, ketika ia berumur 24 tahun enam bulan.  Setelah tahbisannya ia dikirim ke misi SVD Jerman di Togo, Afrika Barat. Tahun 1912, ketika ia sedang berlibur, ia diminta untuk menemani P. Piet Noyen, SVD untuk pos misi baru di Hindia Belanda. Ia adalah pastor SVD ke dua yang tiba di Timor setelah Piet Noyen. Ia menemani P. Noyen selama berkeliling di Timor Tengah. Setelah perpindahan P. Piet Noyen ke Ndona, P. Verstraelen adalah pemimpin misi di Timor. Selama bertugas di Timor dari tahun 1913 – 1922, ia pernah bertugas di Lahurus, Halilulik, dan balik ke Lahurus.

Mgr. Petrus Noyen, SVD


Lahir pada tanggal 3 September tahun 1870 dalam sebuah keluarga kelas menengah di Helmond, Belanda. Tahun 1883 ia bergabung dan belajar di seminari menengah SVD di Stejl. Walau tempat ini ada di Belanda, tetapi seluruh hidup lembaga itu bercorak Jerman. Setelah menyelesaikan Novisiatnya ia melanjutkan belajarnya di filsafat dan Teologi hingga tahbisan pada tanggal 7 Desember 1893. Tahun berikut setelah tahbisannya ia berangkat ke Cina dan bekerja di Shantung hingga tahun 1909. Ia bekerja selama 15 tahun di misi Cina. Tahun 1909 ia diangkat sebagai Rektor pertama seminari SVD di Uden. Tujuan dari lembaga ini adalah untuk melatih para calon imam SVD supaya bekerja di misi koloni Belanda.
Content