Rabu, 12 Oktober 2011

Uskup Indonesia Serukan Tindakan Tegas pada Pelaku Kekerasan

Rabu, (5/10/11)
Para pelaku tindak kekerasan terhadap pemeluk agama lain perlu segera ditindak tegas karena merongrong toleransi umat beragama, kata ketua Konperensi Wali Gereja Indonesia, KWI, uskup Martinus Dogma Situmorang.
Uskup Martinus yang tengah berkunjung ke Vatikan mengatakan kekerasan kelompok-kelompok kecil ini semakin sering terdengar dan belum ada tindakan tegas yang diambil terhadap mereka.
"Kekerasan yang dilakukan kelompok-kelompok kecil ini semakin sering kedengaran dan tidak diambil tindakan yang cukup jelas dan tegas terhadap mereka," kata uskup Martinus kepada BBC Indonesia.
Uskup Martinus juga memberikan wawancara kepada harian Vatikan, l'Osservatore Romano Rabu (05/10) mengangkat serangan yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia. "Hukum ditegakkan dan semua orang mendapat perlindungan dan hak yang sama, dan mereka yang bersalah ditindak berdasarkan hukum dan tidak berdasarkan sentimen di luar keadilan dan penegakan hukum," kata Martinus.

Tercela karena kekerasan
Uskup Martinus mengatakan kekerasan yang terjadi bukan tren umum namun dilakukan oleh apa yang ia sebut "kelompok-kelompok yang tidak toleran." "Bangsa kita yang terkenal sebagai bangsa yang sangat pluralis, mayoritas muslim terbesar di dunia tercela dengan kekerasan itu" "(Penyerangan) tempat-tempat ibadah, penyerangan terhadap pemeluk aliran Ahmadiyah dan juga bom bunuh diri yang terjadi di Surakarta merusak citra kita serta kerukunan dan suasana damai di antara kita sebagai bangsa," tambah Uskup Martinus mengacu pada sejumlah kekerasan yang terjadi baru-baru ini. Pemboman di Solo yang terjadi akhir September lalu di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Solo, melukai puluhan orang. "Kami di Indonesia, umat Katolik menikmati kebebasan beragama yang signifikan, tetapi masih ada kelompok yang melakukan kekerasan dalam bentuk menghambat pembangunan rumah ibadah bahkan di tempat dimana ijin membangun sudah ada," tambahnya. "Sebagai warga negara, saya merasa sayang sekali kalau kekerasan tidak diantisipasi dan tidak ditindak dengan tegas menurut hukum. Bangsa kita yang terkenal sebagai bangsa yang sangat pluralis, mayoritas muslim terbesar di dunia tercela dengan kekerasan itu," kata Martinus.(bbc.co.id)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Content